Coretan Pendidik

2 tahun yang lalu saya diamanahi untuk mengemban tugas sebagai pengasuhan Santri, dmana gerak gerik santri baik maupun buruknya kami hafal dan dituntut untuk mngerti..

Karakter nurut, ngeyel, datar, dari setiap anak, sedikit banyaknya telah saya fahami.
Satu hari kami mendapati seorang anak absen di pondok dan pergi entah kemana,
Saya dan kawan dengan tanggung jawab yang sama, bergegas mencari informasi tentang anak ini,
Dan kami dapati dia merokok, main warnet, disatu tempat yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi pondok.

Kami sidang anak ini, kami BAP, dan kami berikan perbaikan berupa hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang dia perbuat..

Setelah selesai, saya panggil anak ini dan saya ajak dia bicara dari hati kehati,
saya elus dia dengan lembut lalu saya tanya..
"Kenapa kamu kaya gini??
Kamu bosenkah di pondok, gak betah?? Atau gimana??. Sok bilang sama ust!"

Kamu tau apa jawaban anak ini?..
Sambil nangis dia cerita sama saya 
"Tadz orang tua saya udah cerai, selama ini saya tinggal sama mamah. Minggu depan mama saya mau nikah lagi!.
Saya bingung tadz, saya takut kehilangan mamah!, Fikiran saya kacau.! Makanya saya kabur dan cari ketenangan dengan cara ini".

Walaupun perbuatannya tetaplah salah, tapi
Ternyuh hati saya mendengar jawaban yang disampaikan anak ini.

Fikiranpun melayang jauh, kemudian terbayang bagaimana rasanya jika saya berada diposisinya, "والعياذ بالله". Mudah2an Allah jauhkan kita dari hal ini.

Lalu sayapun merenung " Ya Allah betapa besar pengaruh orang tua dikehidupan seseorang, yang saya rasakan sampai saat ini, betapapun banyak masalah yang dihadapi, orang tua selalu bisa jadi pendamping dan pendengar kemudian menjadi pemberi solusi terbaik ".

Apalagi ibu ! Sehingga dikatakan الأم مدرسة الاولى لاولاده 
"Seorang ibu merupakan sekolah yang paling pertama bagi anaknya"

Saat anak mendapat perhatian penuh dari orang tuanya, mereka cendrung menjadi penurut dan mudah diatur, tapi saat mereka kurang mendapat perhatian, mereka akan mencari perhatian dengan cara2 yang terkadang salah dan bahkan membahayakan.

2 pesan kiranya yang ingin saya sampaikan diakhir kisah pada tulisan ini 1 untuk para orang tua dan 1.nya untuk pendidik

1. saat sudah berkeluarga, jaga anak baik2 dan jangan jadikan perpisahan dengan pasangan sebagai jalan keluar dari masalah karena akhirnya ternyata anak yang menjadi korban.

2. Saat kita lihat anak didik yang menjengkelkan dan cendrung sering melakukan kesalahan, coba dekati dia tanya kenapa dia melakukan hal tersebut, lalu berikan support dan nasehat agar dia bisa faham bahwa apa yang dilakukannya salah kemudian dia berubah, dan sekalipun, jangan pernah benci kepada mereka, anggaplah mereka anak-anakmu!, sejengkel apapun perbuatannya. Bayangkan diakhirat nanti, mereka datang mengulurkan tangan menuju firdausnya seraya berkata " dulu bapak / ibu mendidik saya, dan selalu mengingatkan dikala saya melakukan kesalahan, sekarang marilah ikut, kita sama- sama menghuni Jannah firdaus".

Wallahu al'am 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik Untuk dosen dalam menjalankan profesinya

INTRODUCE MY SELF

ADAB