Kritik Untuk dosen dalam menjalankan profesinya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritik adalah pendapat atau ulasan yang diiringi dengan penjelasan, dan pertimbangan yang matang. kritik juga bisa dimaknai dengan sebuah ungkapan untuk memperbaiki kesalahan, kritik tidak identik dengan upaya menjatuhkan, tetapi lebih kepada upaya membangun agar pemikiran terbuka dan menghasilkan perubahan yang lebih baik.
berhubung banyaknya problematika yang datangnya dari dosen dalam menjalankan profesinya maka penulis akan mencoba memunculkan berbagai macam kritik sesuai dengan problematika yang terjadi. dengan tujuan memberikan pandangan yang nantinya bisa dijadikan bahan evaluasi, bagi pihak terkait. karena problematika yang sering terjadi didunia kampus, khususnya karena kurangnya profesionalitas tenaga pendidik akan mendatangkan berbagai macam hal yang negatif & merugikan berbagai pihak terlebih lagi mahasiswa.
bagaimanapun mahasiswa selalu dituntut untuk berfikir kritis dalam menyikapi segala fenomena yang terjadi, pun terkait problematika yang bersumber dari dosen, tulisan ini dimuat bukan sekedar asumsi belaka, melainkan didapatkan dari pengalaman secara langsung, maupun tidak langsung. pengalaman yang pernah dialami langsung oleh penulis, maupun pengalaman yang dirasakan mahasiswa lain, baik secara langsung maupun yang bersumber dari sosial media.
tujuan dari terbitnya tulisan ini tiada lain hanya untuk meningkatkan kualitas dosen dalam menjalankan tugasnya, dan memperbaiki hal-hal yang kurang berkenan bagi banyak pihak khususnya mahasiswa
diantara kritik mahasiswa terhadap dosen adalah:
1. Pintarlah merasa! tumbuhkan empati
dosen selalu memiliki kekuasaan yang lebih didunia akademis dibanding mahasiswanya, seringkali hal ini menjadikan mahasiswa sebagai objek yang tidak memiliki kuasa apapun atas keinginan dosennya. contoh kecilnya adalah saat dosen meminta pergantian jam kelas, atau pembelajaran luring secara sepihak, dan parahnya seringkali informasi yang disampaikan dosen, terkait perubahan ini sangat dadakan, sehingga banyak mahasiswa yang dirugikan. terlebih lagi mereka yang berjarak jauh lokasinya dari lingkungan kampus. seseorang yang memiliki empati, selalu berupaya memposisikan dirinya merasakan apa yang dirasakan orang lain, sehingga dia memiliki kecerdasan emosional untuk tidak berbuat sewenang-wenang. kebijakan seorang dosen serta empati dan keterbukaan terhadap realitas mahasiswanya, akan menimbulkan dampak positif terhadap hubungan ke2nya. dengan hal ini mahasiwa akan selau merasa dihargai, dilibatkan, dan mudah menerima ilmu, serta akan tergerak hatinya untuk mendoakan dosennya. agar selalu diberikan kelancaran dalam setiap urusan dan aktivitasnya.
2. bersikap objektif dan adil
sikap adil artinya menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya, objektif adalah keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Objektif juga merupakan sudut pandang pribadi seseorang yang tidak memihak. dalam dunia kampus terkadang kedekatan seorang mahasiswa dengan dosen menjadikan ketidak objektifan seorang dosen terhadap mahasiswanya, kedekatan berdasarkan bendera, kekeluargaan, dan yang lainnya seharusnya tidak membuat seorang dosen menjadi orang yang tidak adil dan tidak objektif baik dalam penilaian maupun pembelajaran.
3.Bijak dalam menyelesaikan problematika mahasiswa
Sehingga, dengan seorang dosen yang bijak dapat menjadikan seorang mahasiswa terbantu dalam proses menuntut ilmu. Jadi, tidak adanya sedikitpun terbersit untuk mempersulit mahasiswa. Tidak akan ada lagi istilah mashasiswa sulit mengejar dosennya. dan dosen tidak lagi berfokus pada keadaan mahasiswa yang berpotensi untuk menyalahkan, tetapi berfokus pada memahami keadaan mahasiswa dan berujung memberikan saran juga solusi untuk memudahkan mahasiswa dalam menuntut ilmu.
4. bertanggung jawab dalam mengajar
sebagai mahasiswa mendapatkan pengajaran penuh dari dosennya dalah hak. halangan dosen dalam mengajar terkhusus masalah privat, seperti acara keluarga, ataupun juga acara kampus yang misalnya melibatkan dosen tersebut sebagai birokrat, seharusnya bukan menjadi resiko mahasiswa dengan tidak mendapatkan pembelajaran. sering tidak masuknya dosen dengan alasan kegiatan sebagai pejabat kampus, sudah seyogyanya menjadi bahan evaluasi dosen dan kebijakan kampus, misalnya dengan tidak menjadikan birokrat sibuk mengajar banyak kelas, sehingga mahasiswa tetap bisa mendapatkan haknya dalam pembelajaran.
kritik ini tidak selalu relevan untuk seluruh dosen. Tetapi, dengan adanya berbagai macam kritik bisa dijadikan pembelajaran agar tidak melakukan hal yang sama. Juga bisa memperbaiki apa yang selama ini terlihat sebagai sebuah kesalahan.
terimkasih semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar